Contoh Paragraf Argumentasi

Ada yang pernah mendengar istilah Paragraf Argumentasi? Apa itu Paragraf Argumentasi? Nah, pertanyaan tersebut mungkin baru Anda dengarkan. Kali ini akan membahas sebutar paragraf argumentasi sekaligus memberikan contoh paragraf argumentasi itu seperti apa.

Contoh Paragraf ArgumentasiDefenisi dari paragraf argumentasi itu sendiri adalah sebuah paragraf yang menjelaskan pendapat dengan berbagai keterangan dan alasan. Keterangan dan alasan ini sengaja dijelaskan untuk memberikan keyakinan kepada pembaca. Pola kalimat dari paragraf argumentasi ini menggunakan pola kalimat sebab-akibat. Hal ini dikaitkan dengan sebuah peristiwa yang tiba-tiba saja terjadi dan kemudian dijelaskan dengan sebab munculnya peristiwa tersebut. Setelah itu, kemudian akan menuju kepada sebuah penjelasan tentang akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut, baik tunggal ataupun  jamak.

Ciri-ciri paragraf argumentasi dapat diketahui dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Paragraf argumentasi terdiri atas kebenaran untuk menciptakan pola pikir orang lain ketika membacanya. Jadi bisa mengubah yang selama ini salah kaprah menjadi benar
  • Paragraf argumentasi harus memiliki data atau fakta yang dapat dipertanggungjawabkan ke khalayak ramai
  • Penjelasan sesuatu hal dalam paragraf argumentasi harus disampaikan secara logis

Contoh paragraf argumentasi adalah sebagai berikut:
Janji akan pendidikan gratis sepertinya hanya akan menjadi mimpi di siang bolong semata. Berbagai pernyataan dari calon pemimpin rakyat semangat memberikan iming-iming pendidikan gratis tatkala kampanye. Namun, saat ini terbukti berbeda dengan apa yang selama ini dijanjikan. Para pemimpin rakyat yang telah dipilih sibuk dengan urusan lain tanpa menyentuh sedikitpun dunia pendidikan. Masih banyak sekolah yang jauh dari uluran tangan pemerintah. Sarana dan prasarana hanya menjadi milik sekolah yang berada di kota. Sedangkan sekolah-sekolah di desa tumbuh dengan bantuan dan rasa iba dari sebagian masyarakat berhati nurani. Tenaga pengajar juga tak banyak yang mau ditempatkan di sekolah-sekolah desa. Mereka berdalih sulit mengembangkan potensi jika tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemerintah masih mengatakan dirinya layak untuk menjadi pemimpin rakyat. Jika terjadi kesenjangan antara pendidikan di kota dan di desa, sungguh sangat tidak layak dikatakan sebagai pengayom masyarakat.