Cara Membasmi Serangga Tomcat

Serangga Tomcat tengah menjadi fenomena di Indonesia. Hal ini terjadi akibat kehadiran serangga Tomcat membawa toksin yang apabila terkena kulit akan menyebabkan kulit menjadi melepuh atau ada juga yang menyebutnya dengan herpes.

Serangga Tomcat Paederus LittoralisSerangga Tomcat pertama kali diketahui datang dalam jumlah besar di salah satu apartemen elite yang ada di wilayah Kota Surabaya. Semenjak saat itu “wabah” Tomcat menyebar di hampir seluruh wilayah Jawa Timur dan menurut berita terbaru penyebaran Tomcat semakin meluas hingga ke wilayah Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kehadiran Tomcat kali ini bukanlah yang pertama, sebelumnya pada tahun 1990 juga pernah terjadi wabah Tomcat. Selain itu Indonesia bukanlah Negara pertama yang terkena wabah Tomcat beberapa Negara lain yang pernah terkena wabah Tomcat adalah  Jepang (1966), Sri Lanka (2002), India (2007), Malaysia (2004 dan 2007), Iran (2001) dan Irak (2008).

Sekilas mari kita ketahui apakah itu Tomcat. Menurut beberapa sumber yang saya baca serangga Tomcat adalah termasuk keluarga kumbang yang mempunyai nama latin Paederus Litoralis. Tomcat ini termasuk jenis kumbang purbakala karena kehadirannya sudah ada sejak 200 tahun silam. Sebenarnya sebelum Tomcat ramai dibicarakan belakangan ini para petani di Indonesia sudah akrab dengan serangga kecil ini. Bahkan, sebenarnya tomcat bukanlah hewan yang merugikan tetapi justru sebaliknya yaitu menguntungkan petani. Bagi para petani tomcat adalah serangga yang dapat membantu untuk mengendalikan hama wereng. Jika tomcat sampai mengeluarkan toksin yang dapat menjadikan penyakit pada manusia itu adalah tindakan defensive dari hewan tersebut karena sebenarnya dia tidak menyerang manusia.

Namun jika kita ingin membasminya berikut ini cara membasmi serangga Tomcat. Caranya cukup mudah yaitu dengan cukup menyediakan campuran dari daun mimba, lengkuas dan serai kemudian dicampur dengan air. Setelah kurang lebih 2 hari air rendaman dari ketiga bahan diatas digunakan untuk menyemprot serangga tomcat. Karena pestisida ini berasal dari bahan alami jadi tidak samapai merusak lingkungan. Selain itu serangga ini juga bisa dibasmi dengan menggunakan obat anti serangga yang banyak dijual dipasaran.

Foto Serangga Tomcat dan akibat terkena toksinnya

Namun untuk penyeimbang alam menurut pakar hama dan penyakit tumbuhan dari Fakultas Pertanian UGM sebisa mungkin serangga Tomcat tidak dibasmi agar tetap membantu petani menanggulangi hama wereng. Sebaiknya menanggulangi serangga tomcat dengan jebakan lampu ketika sudah tertangkap banyak serangga Tomcat dikembalikan ke sawah agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Speak Your Mind

*