Belajar Gadai Emas di Pegadaian

Belajar Gadai Emas di Pegadaian – Menjelang lebaran yang sisa menghitung hari, kebutuhan menjadi semakin meningkat. Hal ini berlaku pada sebagian orang yang memang menjadikan lebaran sebagai momen special yang tidak tergantikan di hari biasa. Dan itu bukan sebuah kesalahan jika memang sudah menjadi tradisi dengan sesuatu yang dilakukan pun bernilai manfaat.

Bagi sebuah keluarga yang “mengharuskan” ada angpau di hari raya, khususnya Idul Fitri, sudah tentu harus menyiapkan berlembar-lembar uang recehan kertas dalam kondisi yang sangat baru, alias licin dan rapi dari bank. Uang Rp. 2.000,- misalnya. Memang sekilas uang ini sangat kecil nilainya tetapi begitu dicari oleh anak-anak saat hari raya tiba. Apalagi di tempat-tempat umum seperti pemakaman. Setidaknya begitulah pemandangan yang terlihat sejak 2012 lalu.

Nah, menyediakan “uang baru” dalam bentuk angpau tentu harus diusahakan jauh hari sebelum hari raya, minimal seminggu sebelum lebaran. Hal ini disebabkan mendekati hari raya, ada kewajiban penting yang harus dibayarkan sebelum takbir berkumandang, yaitu zakat fitrah. Agar tidak tercampur-baur dan akhirnya ada yang terabaikan, maka sebaiknya dipisahkan jarak untuk mengaturnya. Uang baru untuk angpau ini akan mudah diperoleh jika dana tunai yang kita miliki pun sudah siap.

Lantas, bagaimana kalau belum dan sudah sangat dekat dengan lebaran? Tenang, tidak perlu khawatir. Bagi yang sudah terbiasa dengan membagi-bagikan angpau, tentu sudah mempertimbangkannya. Salah satu caranya adalah menggadaikan barang berharga yang dimiliki jika belum mendapatkan uang tunai menjelang lebaran. Gadai emas di Pegadaian menjadi pilihan tercepat dan nggak ribet yang dilakukan sebagian besar orang. Alasan lainnya adalah Pegadaian tidak memberikan syarat yang berat karena memang sudah memahami masalah dari calon nasabah. Sehingga wajar jika slogannya selama ini adalah Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.

Belajar Gadai Emas di Pegadaian

Bagi yang belum memahami cara gadai emas di Pegadaian, berikut hal-hal yang harus disiapkan:

  • KTP
  • Emas yang akan Digadai
  • Tahu lokasi Pegadaian terdekat

Setelah sudah menyiapkan hal-hal di atas, maka langkah selanjutnya adalah

  • Datang ke Pegadaian
  • Serahkan emas yang akan digadai, misalnya cincin, anting, gelang dan sebagainya
  • Petugas Pegadaian akan menaksir nilai emas tersebut
  • Petugas menyebutkan nilai taksiran dan memberikan penawaran deal or no deal
  • Jika setuju, maka serahkan KTP sebagai syarat pengisian data pada formulir pengajuan gadai
  • Menunggu 10 menit
  • Bukti Surat Gadai sudah dicetak dan nominal rupiah sesuai harga taksiran pun siap dibawa pulang

Lalu kemudian apa yang harus dilakukan selanjutnya? Ya tentu saja uang yang diperoleh segera ditukarkan menjadi pecahan atau lembaran-lembaran uang dengan nominal rupiah yang lebih kecil untuk dijadikan isi amplop angpau. Seberapa besar isi setiap amplop, yaa kembali dari masing-masing.

Surat Bukti Gadai

Pada intinya, jika sulit mendapatkan uang tunai dalam waktu cepat, maka gadai emas di Pegadaian bisa menjadi solusi. Namun, barang yang digadai tidak hanya berupa emas. Bisa kendaraan pribadi yang dimiliki seperti mobil, motor. Selain itu, barang-barang berharga lainnya seperti smartphone, kamera DSLR pun bisa menjadi barang yang digadaikan.

Tetapi, di antara semua barang, memang emas menjadi barang paling sering dijadikan barang gadai. Jadi, kalau belum pernah dan butuh danai tunai, ayo belajar gadai emas di Pegadaian saja.